Badai Matahari yang terjadi di tahun 1859 mengacaukan pesan telegram dan jaringan listrik.
Jum'at, 24 Juni 2011, 05:40 WIB
Badai Matahari yang terjadi di tahun 1859 mengacaukan pesan telegram dan jaringan listrik. Letusan dengan magnitudo yang sama jika kembali terjadi akan membawa dampak yang jauh lebih serius. (space.com)
BERITA TERKAIT
* Samudera Berair Asin Ada di Bulan Saturnus
* Bintang Sebesar Matahari Ditelan Lubang Hitam
* Komet Berbahaya Dekati Bumi pada 2013
* Ditemukan, Sistem Planet Aneh yang Mematikan
* Pentagon: Dari Star Wars ke Star Trek
Pada September 1859, Matahari melontarkan salah satu badai yang paling dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah. Letusan Matahari tersebut menyebabkan gangguan arus listrik dan kantor surat kawat (telegram), serta memicu fenomena langit dramatis di Kuba dan Hawaii.
“Sebuah badai serupa kemungkinan akan kembali terjadi,” kata Lika Guhathakurta, ilmuwan dari kantor pusat NASA, seperti dikutip dari Space, 23 Juli 2011.
Padahal, masyarakat modern saat ini sangat bergantung pada sistem berteknologi seperti jaringan listrik, komunikasi berbasis satelit, dan GPS. Semuanya sangat ringkih terhadap badai Matahari.
Saat badai terjadi pada tahun 1859 lalu, Matahari tengah berada di siklus bawah (aktivitas Matahari bergerak naik dan turun dalam periode sekitar 11 tahun). Dan siklus bawah juga bisa berfungsi sebagai pengingat bahwa badai kuat bisa terjadi. Sebagai informasi, di tahun 2011 ini Matahari juga sedang berada di siklus rendah.
Menurut peneliti, badai yang terjadi tahun 1859 mengacaukan pesan telegram dan membingungkan para astronom di kawasan tropik. Namun, letusan dengan magnitudo yang sama jika kembali terjadi akan membawa dampak yang jauh lebih serius.
Mati lampu yang menyebar di seluruh dunia bisa terjadi selama berbulan-bulan. Para teknisi akan kewalahan mengganti transformer listrik yang rusak, misalnya. Pesawat dan kapal laut tidak bisa memanfaatkan GPS untuk navigasi. Jaringan perbankan akan terputus. Ini akan mengganggu sistem perdagangan dunia.
Menurut penelitian yang dilakukan pada tahun 2008 lalu oleh National Academy of Sciences, sebuah badai Matahari raksasa akan menghadirkan dampak ekonomi yang lebih merusak dibanding 20 badai Katrina. Sebagai gambaran, Katrina menimbulkan kerugian ekonomi hingga US$80 miliar atau sekitar Rp690 triliun.
Lalu, apa yang bisa kita perbuat? Sebagai awalan, peneliti kini tengah berusaha untuk memprediksi dan melacak badai Matahari secara lebih akurat. Tujuannya adalah agar saat badai tersebut terjadi, Bumi telah lebih siap.
“Kita kini bisa melacak perkembangan badai Matahari dalam tiga dimensi seperti layaknya melacak badai yang terjadi di Bumi,” kata Michael Hesse, Chief of the Space Weather Lab, NASA.
“Ini membuat kita punya semacam alarm peringatan untuk melindungi jaringan listrik dan perangkat teknologi tinggi lainnya saat aktivitas matahari tengah berada dalam periode ekstrim,” ucapnya.
Sebagai contoh, kata Hesse, menonaktifkan transformer tertentu di instalasi pembangkit listrik selama beberapa jam dapat mencegah mati lampu regional selama beberapa minggu.
Pages
Lima Babak Observasi Planet Mars Lima hasil temuan ini didasarkan pada pengamatan manusia sejak tahun 1.500 SM
Mars menyimpan segudang misteri bagi manusia di Bumi. Berbagai observasi dilakukan para ilmuwan untuk menguak misteri, mulai dari kadar materi yang ada sampai dengan makhluk hidup yang ada di sana.
Untuk yang terakhir, rencananya akan direalisasikan akhir tahun ini. Setelah lebih dari empat dekade terakhir manusia mengirim robot ke Mars, kini manusia memasuki babak baru. Manusia akan langsung terjun dengan misi kendaraan penjelajah Curiosity ke planet merah itu.
Sejatinya, Mars sudah diobservasi oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, dengan perspektif yang berbeda-beda. Seiring munculnya teknologi canggih, manusia terus mengubah persepsinya tentang Planet Merah ini dari waktu ke waktu.
Berikut ini adalah rentetan hasil observasi manusia yang dibagi ke dalam lima jaman, yang dikutip VIVAnews.com dari HowItWorksDaily.com, Sabtu 26 Maret 2011:
• Tahun 1.500 SM
Pada era ini, Kerajaan Mesir cukup berjaya. Mereka menyebut Mars sebagai "Horus of the Hawk", seorang dewa berkepala elang. Horus dikenal sebagai salah satu dewa tertua dan perannya cukup signifikan dalam agama Mesir Kuno. Ketika itu, manusia mencatat gerak retrograde (kemunduran) Mars, di mana ia bergerak mundur atau menjauh dalam selama mengorbiti Bumi. Manusia masih menganggap Mars sebagai satelit selain bulan.
• Tahun 350 SM
Aristoteles menjadi manusia pertama yang mengatakan bahwa Mars jaraknya lebih jauh daripada jarak bulan ke Bumi, meski Planet Merah itu masih dianggap mengorbiti Bumi, bukan Matahari. Berdasarkan pengamatannya, Aristoteles mencatat bahwa bulan lewat di depan Mars.
• Tahun 1609 M
Di era ini, manusia telah mengenal teleskop. Dengan menggunakan teleskop, Galileo Galilei menjadi manusia pertama yang mengamati Mars langsung secara lebih dekat. Dia mengatakan bahwa Mars mengorbiti Matahari, bukan Bumi. Sayang, persepsinya itu langsung dibantah oleh kaum Vatikan.
• Tahun 1666 M
Seorang astronom bernama Giovanni Cassini coba menghitung berapa panjang satu hari di Mars. Melalui pengamatan teleskopiknya, dia mencatat bahwa ada es di bagian kutubnya, dan bahkan menghitung jaraknya dari Bumi.
• Tahun 1840 M
Wilhelm Beer dan Johann Heinrich Mädler merupakan dua astronom yang mempelajari Mars pertama kali melalui teleskop 3,75 inci, dan berhasil menggambarkan sketsa Mars pertama kali lengkap dengan permukaannya.
Untuk yang terakhir, rencananya akan direalisasikan akhir tahun ini. Setelah lebih dari empat dekade terakhir manusia mengirim robot ke Mars, kini manusia memasuki babak baru. Manusia akan langsung terjun dengan misi kendaraan penjelajah Curiosity ke planet merah itu.
Sejatinya, Mars sudah diobservasi oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Namun, dengan perspektif yang berbeda-beda. Seiring munculnya teknologi canggih, manusia terus mengubah persepsinya tentang Planet Merah ini dari waktu ke waktu.
Berikut ini adalah rentetan hasil observasi manusia yang dibagi ke dalam lima jaman, yang dikutip VIVAnews.com dari HowItWorksDaily.com, Sabtu 26 Maret 2011:
• Tahun 1.500 SM
Pada era ini, Kerajaan Mesir cukup berjaya. Mereka menyebut Mars sebagai "Horus of the Hawk", seorang dewa berkepala elang. Horus dikenal sebagai salah satu dewa tertua dan perannya cukup signifikan dalam agama Mesir Kuno. Ketika itu, manusia mencatat gerak retrograde (kemunduran) Mars, di mana ia bergerak mundur atau menjauh dalam selama mengorbiti Bumi. Manusia masih menganggap Mars sebagai satelit selain bulan.
• Tahun 350 SM
Aristoteles menjadi manusia pertama yang mengatakan bahwa Mars jaraknya lebih jauh daripada jarak bulan ke Bumi, meski Planet Merah itu masih dianggap mengorbiti Bumi, bukan Matahari. Berdasarkan pengamatannya, Aristoteles mencatat bahwa bulan lewat di depan Mars.
• Tahun 1609 M
Di era ini, manusia telah mengenal teleskop. Dengan menggunakan teleskop, Galileo Galilei menjadi manusia pertama yang mengamati Mars langsung secara lebih dekat. Dia mengatakan bahwa Mars mengorbiti Matahari, bukan Bumi. Sayang, persepsinya itu langsung dibantah oleh kaum Vatikan.
• Tahun 1666 M
Seorang astronom bernama Giovanni Cassini coba menghitung berapa panjang satu hari di Mars. Melalui pengamatan teleskopiknya, dia mencatat bahwa ada es di bagian kutubnya, dan bahkan menghitung jaraknya dari Bumi.
• Tahun 1840 M
Wilhelm Beer dan Johann Heinrich Mädler merupakan dua astronom yang mempelajari Mars pertama kali melalui teleskop 3,75 inci, dan berhasil menggambarkan sketsa Mars pertama kali lengkap dengan permukaannya.
patung kura-kura dari velg mobil !!!
Terdiri dari 2.000 roda rims, the Turtle W'eel dari Dunseith, North Dakota, ini bisa dibilang kura-kura terbesar di dunia.
Ia yakin suatu hari pelk itu akan berguna, George Gottbrecht menyimpan sekitar 2.000 rims roda mobil, lebih dari 16 tahun. Pada tahun 1982 ia memiliki visi tentang bagaimana koleksinya menjadi sebuah karya seni bahwa seluruh kota akan mengagumi. Dia memutuskan untuk membangun sebuah patung kura-kura raksasa, untuk menghormati Pegunungan Penyu taman negara yang terkenal.
Ia yakin suatu hari pelk itu akan berguna, George Gottbrecht menyimpan sekitar 2.000 rims roda mobil, lebih dari 16 tahun. Pada tahun 1982 ia memiliki visi tentang bagaimana koleksinya menjadi sebuah karya seni bahwa seluruh kota akan mengagumi. Dia memutuskan untuk membangun sebuah patung kura-kura raksasa, untuk menghormati Pegunungan Penyu taman negara yang terkenal.
Gottbrecht telah membayar $ 5.000 untuk tukang las Curt Halvorsen melakukan pekerjaan untuk patung kura-kura terbesar di dunia. Delapan belas meter, dan empat puluh kaki panjang, W'eel Penyu adalah salah satu atraksi di tepi jalan yang baru saja Anda tidak bisa lewatkan.
Saya pribadi berpikir bentuk karya seni penyu cukup jelas, tetapi ada orang-orang yang sering mengira itu jangkrik, dan yang terinspirasi George Gottbrecht untuk menginstal motor yang akan membuat kepala penyu bergerak ke atas dan bawah. Tapi kemudian anak-anak mulai naik di atas kepala, dan motor harus dihilangkan untuk menghindari kecelakaan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Turtle W'eel, di Dunseith, adalah selama liburan musim dingin, ketika kepalanya ditutupi dengan topi raksasa merah Santa Claus.


Saya pribadi berpikir bentuk karya seni penyu cukup jelas, tetapi ada orang-orang yang sering mengira itu jangkrik, dan yang terinspirasi George Gottbrecht untuk menginstal motor yang akan membuat kepala penyu bergerak ke atas dan bawah. Tapi kemudian anak-anak mulai naik di atas kepala, dan motor harus dihilangkan untuk menghindari kecelakaan.

Waktu terbaik untuk mengunjungi Turtle W'eel, di Dunseith, adalah selama liburan musim dingin, ketika kepalanya ditutupi dengan topi raksasa merah Santa Claus.


Subscribe to:
Comments (Atom)